Nama ku Jesi,umur ku saat ini 18 tahun.aku terlahir dari keluarga yang sederhana.aku suka berlama-lama di depan laptop.bahkan terkadang aku lupa makan,karna keasikan ber chat dengan banyak orang.suatu hari aku berkenalan dengan seorang pria yang berumur 19 tahun lebih tua dari aku. Nama nya Vincent ,dy lahir di Malaysia dan sekarang sedang menetap di Indonesia. Dia orang nya asik dan aku merasa nyambung berbicara dengan nya. Kami selalu sharing satu sama lain. dy di Indonesia hanya sendiri dan kebetulan aku dan dy ternyata 1 kota. Akhirnya kita mutusin buat ketemu untuk menjalin persahabatan yang lebih erat lagi.semenjak pertemuan aku dengan dia,persahabatan yang kita jalani semakin dekat bahkan tak disangka-sangka persahabatan kita sudah berjalan 3 tahun. Aku bahagia dan beruntung mempunyai sahabat seperti dia,yang begitu baik. Walau kita berbeda Negara,tapi kita tak pernah mempermasalahkan nya.
ku kira,persahabatan yang kita jalani begitu lama ini,telah membuahkan keterbukaan.tapi ternyata tidak. Selama ini dia telah menyembunyikan sesuatu hal yang gak pernah aku ketahui selama bersahabat dengan nya. Sampai suatu hari, aku merasa ada yang berbeda dengan nya. Dia terlihat sedang menyembunyikan kesedihan dan kerinduan. Itu sangat terlihat oleh ku. Ku coba mendesak nya,untuk bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ku kira dia mempunyai seorang kekasih dimalaysia dan rindu ingin bertemu. Tapi ternyata dugaan ku salah. Akhirnya dia memutuskan untuk bercerita padaku.
“ Dulu aku mempunyai seorang istri.aku menikah umur 18 tahun. Suatu hari aku dan dia pergi bersama.namun,mobil yang kami naikin menabrak pohon dengan keras.ku tengok istri ku telah pejamkan mata.aku tak dapat menggerakkan badanku.karna tulang belakang ku patah. ku coba,teriak-teriak memanggil nya.tapi dia tetap tak nak bangun.dia telah pergi ke surge L “ cakap nya Vincent dengan wajah bersedih.
Lalu aku bertanya,”apa itu alasan kamu pergi dari Malaysia?”
“Tidak. saat itu aku masih mempunyai seorang anak perempuan berumur 5 bulan. Lalu,aku di paksa kawin dengan seorang wanita dari anak rekan abah ku.
Aku tak menyukai nya.akhirnya aku memutuskan kabur dari Malaysia. Aku tak boleh membawa anak ku pergi bersama ku. Mereka cakap,aku boleh ambil anak ku,jika aku mempunyai seorang istri”
“lalu kenapa kamu,gak mencari istri sampe sekarang? “ ucap ku
“ aku tak pede “
“kamu harus pede Vincent . bagaimana kamu bisa mengambil anak kamu,kalau kamu tak mau mencari seorang istri . “ ucap ku
“ kamu mau tak,bantu aku. Kita pegi ke Malaysia dan membawa anak ku pergi.” Ucapnya dengan penuh harapan
“cara nya bagaimana Vincent?”
“ its easy . saya bisa buat surat kawin palsu. awak nak minta apapun nanti saya kasihlah, next years kita pegi J kita tak tinggal di rumah keluarga saya, cuma nak ambil lepas tu pegi. kamu hanya menemani saya saja, tak berbuat apa – apa.”
Saat itu aku spontan terdiam,aku melihatnya menangis. Dia begitu rindu dengan anak nya dan ingin merawat nya. Hanya itu satu-satu nya yang dia punya selepas kepergian istri nya .
Lalu dia menghapus air mata nya,sambil berkata , “jike awak tak mau, tak apa,
tak sah paksa, saya tak nak paksa sesiapapun”
dari kejadian itu,aku selalu melihat ny bersedih.selalu terbesit di pikiran ku untuk membantu nya.
Akhirnya,aku memutuskan untuk membantu nya. 7 bulan kemudian,aku dan dia pergi ke Malaysia. Itu pertama kali nya,aku pergi keluar negri. Sebenernya,aku pergi ke Malaysia gak pamit sama orang tua aku. Aku hanya bilang ke mereka,ingin liburan ke bandung. Saat itu aku berfikir,berbohong demi kebaikan,seperti ny tidak apa-apa. Lalu di sana,aku bertemu dengan keluarga Vincent. Aku dan Vincent berhasil membawa anak tersebut dengan meyakinkan nya melalui surat nikah palsu itu. Kami berfikir,ini sangat mudah di lakukan. Kami sangat senang. Aku melihat Vincent tersenyum bahagia. Kami memutuskan pulang ke Indonesia. Tapi sesuatu yang gak pernah kami duga,terjadi. Saat kami berada di bandara,seseorang menangkap kami. Kami di bawa ke kantor polisi. Ternyata,orang tua Vincent mengetahui kebohongan kami.aku di tuduh mencuci otak Vincent dan berusaha membawa kabur anak tersebut. Aku berusaha membela diri.tapi aku tetap disalahkan. Akhirnya,aku di penjara selama 15 tahun. Vincent menghilang dan tak pernah menemui ku.. aku benar-benar kecewa dengan Vincent.bahkan aku tak akan berniat untuk memaafkan nya.
Setiap hari aku menangis. Aku rindu keluarga ku. Aku menyesal telah berbohong dan tak jujur pada orang tua ku. Aku mengkhawatirkan orang tua ku.. mereka pasti mencari-cari ku. 15 tahun di dalam penjara adalah waktu yang cukup lama. Aku gak pernah tau kehidupan luar seperti apa?masa muda ku,terbuang sia-sia. 15 tahun kemudian,aku di bebas kan. Aku di pulangkan ke Indonesia. Saat itu umurku 37 tahun. Aku bahagia dan bersemangat pulang ke kampung halaman ku. Aku telah berjanji pada diri ku,akan meminta maaf pada orang tua ku dan berusaha menjadi yang terbaik agar orang tua ku dapat memaafkan aku. Tapi ternyata,sesampainya aku di sana. Semua orang mencaci maki ku. Mereka mengatai ku,dengan sebutan anak durhaka dan bgtu byk cacian yang lain yang mereka lontarkan padaku.
“ ngapain kamu kesini anak duhaka. Anak tidak tau belas kasih. Orang tua mu,telah melahirkan dan membesarkan mu.tapi apa yang kamu lakuin terhadap mereka?? Kamu membunuh mereka secara perlahan . mereka meninggal karna memikirkan mu,yang pergi bersenang-senang tanpa memikirkan sedikitpun kondisi dan kekhawatiran mereka. “ ucap salah seorang warga
Saat itu aku sock banget. Aku memohon dan bahkan bersujud pada mereka untuk mengantarkan aku pergi ke makam ornag tua ku. Akhinya aku di antarkan oleh seorang ustad ke makam orang tua ku. Aku bener-bener,merasa menyesal. aku terpuruk. Aku berteriak-teriak di depan makan orang tua ku. Aku anak yang tak berharga.aku terpukul :’(
Dari kejadian itu,aku gak pernah tersenyum bahkan jarang sekali mengeluarkan suara. Aku selalu terdiam dan terdiam.
2 hari kemudian,ada seseorang pria datang ke rumah ku.dia memberiku sebuah surat.lalu aku buka surat itu.
“ jesi,aku nak minta maaf pada mu yang sebesar-besar nya. Mungkin aku telah mempunyai kesalahan yang sangat besar padamu.mungkin kamu menerima surat ini,ketika kamu telah keluar dari penjara.aku merasa senang.tapi tetap,aku merasa sangat berdosa padamu. Aku gak tau,bagaimana caranya untuk menebus dosa-dosa ku pada mu. Saat kamu membaca surat ini,aku telah pegi ke nereka.
Hanya ini,tindakan yang dapat menebus semua kesalahan ku padamu. From Vincent.”
Tiba-tiba aku histeris,aku teriak-teriak seperti orang gila.
Aku suka mengamuk dan mengamuk pada siapapun yang berada di dekat ku.
Semakin hari,semakin terpuruk. Dan aku mengakhiri hidup ku dengan membakar diri hidup-hidup..
END

:( endingnya :(
BalasHapusbnyk pesan di dalam kisah ini
selamanya jangan pernah untuk bohong sma ortu
sedih :( tapi bagus critanya :( buat motivasi
like (Y)
;((
BalasHapus